Kamis, 31 Desember 2009

Diskon Gede


Seorang petugas keamanan baru saja menangkap seorang pengutil. Pengutil itu sudah tertangkap beberapa kali di toko yang sama dan oleh petugas kemanan yang sama. Lalu petugas keamanan bertanya, ”Mengapa kamu tidak pernah kapok mengutil di toko ini?? Padahal kamu sudah beberapa kali tertangkap.
Pengutil itu menjawab, ”Soalnya harga barang di sini lebih murah seh... Diskonnya gede-gedean. Jadi kalau tertangkap, hukumannya juga....Diskon gede-gedean... .”

Racun Tikus


Seorang penjual racun tikus sedang asyik menjual barang dagangannya di tengah pasar. Namun tiba-tiba ada seorang ibu-ibu yang marah-marah kepada penjual racun tikus itu. “Gimana sih Bang, kok racun tikusnya nggak mempan. Masa saya udah pasang lima racun tikus, tapi nggak ada satu tikus pun yang mati?? Padahal umpannya udah hilang. ”

Lalu si penjual berkata,”Lho,... kok bisa??? Memang Ibu menggunakan racun tikusnya gimana??”

Ibu itu menjawab,”Ya saya pasang obatnya di tempat yang biasa dilalui tikus. Padahal saya juga udah melihat dengan mata kepala saya sendiri kalau ada seekor tikus yang menggondol racun tikus itu lho.... Tapi tetap aja nggak ada seekor tikus yang mati. Saya malah kayak kasih makan tikus aja nih Pak”

“O.... Berarti Ibu salah dalam penggunaanya.” Kata si penjual.

“Lha terus yang bener gimana??” Tanya Ibu itu.

“ Seharusnya... Ibu tangkap dulu itu tikus. Lalu Ibu cekik tuh tikus. Lalu pukul tikus itu pakai palu pada bagian kepala. Kalau udah nggak sadar, Ibu masukin racun itu ke hidung tikus. Tikusnya dijamin mati deh... .” Kata penjual.

"Amin" dan "Sari"


Seorang bule yang bernama Selvie sedang berjalan-jalan di tengah pasar kesenian. Selvie bisa bahasa Indonesia, tapi cuma pas-pasan. Tiba-tiba, dengan tanpa sengaja, Selvie menyenggol tubuh seorang pemuda yang sedang berjualan mainan anak-anak. Nama pemuda itu adalah Bejo. Bejo bisa bahasa Inggris, walaupun cuma sedikit-sedikit. Saya juga nggak tahu, sedikitnya seberapa.

Selvie : Oh... I am sorry... .

Bejo : (Dengan kege’eran, “I am sorry” dikira Bejo ngomong “I am Sari”) Oh...Mbak namanya Sari?? Kok namanya mirip orang Indonesia??

Selvie : No.... No... I mean... Maaf... .

Bejo : ( “I mean” : Bejo dengernya “Amin”) Oh... Nggak usah minta maaf juga nggak apa-apa kok Mbak Sari... Tapi maaf juga, nama saya bukan Amin. Nama saya Bejo.

Selvie : (Walaupun agak geram, Selvie mencoba untuk tetap terlihat tenang) Ok.. Ok.. Mas Bejo... . But... My name is not Sari. My name is Selvie... .

Bejo : Lho... Tadi katanya namanya Sari??!! Sekarang Selvie???

Selvie : (speechless).

Singkat cerita..... Selvie langsung pulang ke Amerika.

Nabrak Pohon Dihukum 10 tahun Penjara




Udin dan Atong sedang bercakap-cakap di tepi jalan. Udin pun bercerita tentang sebuah berita yang sedang hangat diperbincangkan para penduduk desa. Namun Atong yang memang terkenal kuper, tidak tahu perihal berita hangat tersebut.

“Tong... Kamu denger nggak, kalau ada orang yang dihukum 10 tahun penjara cuma gara-gara nabrak pohon punya Pak Lurah.” Kata Udin.

Atong pun terkejut mendengar berita yang diceritakan oleh Udin, lalu bertanya kepada
Udin,”Lho... Kok bisa? Padahal khan cuma nabrak pohon?”

Udin pun menjawab,”Soalnya ada anak-anak yang lagi manjat di atas pohon itu. Gara-gara ketabrak, pohon itu langsung roboh, dan anak-anak yang lagi manjat di atas pohon ga sempet menyelamatkan diri.”

(zepe)

Penemu HP


Pada suatu hari, seorang guru Sekolah Dasar bertanya kepada murid-muridnya. “Apakah kalian tahu... Negara manakah yang menemukan Hand Phone??”

Lalu seorang murid mengangkat tangan, ingin mencoba menjawab. Pak guru pun menunjuknya dan berkata, ”Iya.. Budi, kamu mau coba menjawab?”

“Amerika Pak!!!” Kata Budi dengan tegas dan keras.

Pak Guru dengan mantap menjawab, “Salah! Siapa lagi yang mau mencoba menjawab?”

Kemudian ada seorang murid yang bernama Tono mengangkat tangannya. Pak Guru yang melihat Tono mengangkat tangan langsung menunjuknya. “Oke Tono... Kamu mau mencoba jawab?”

“Iya Pak...” Jawab Tono.

Dengan penasaran, Pak Guru kembali bertanya,”Lalu apa jawaban kamu?”

Dengan singkat, Tono menjawab, ”Indonesia, Pak... .”

“Lho... Kok bisa Indonesia?” Tanya Pak Guru dengan lebih penasaran lagi.

“Iya Pak... Soalnya saya tinggal di Indonesia.” Jawab Tono dengan tegas.

Pak Guru pun tambah penasaran, lalu bertanya kembali, ”Terus... Apa hubungannya kamu di Indonesia dengan penemu HP?”

Lalu Budi pun menjawab, “Soalnya....Waktu Hand Phone Ayah sayan hilang, kan saya yang nemuin.” Kata Tono dengan santai.


(zepe)

Jumlah Bintang Di Langit


Jumlah Bintang Di Langit

Pada suatu hari yang sudah gelap karena malam tiba, seorang lelaki sedang duduk berdua menikmati indahnya di sebuah taman yang indah nan permai. Mereka berdua menengadah ke angkasa, sambil bercakap-cakap dan bercanda.

Lelaki itu bertanya kepada kekasihnya, ”Say... Ngomong-ngomong, berapa ya jumlah bintang di langit?”
“Aku tahu... .” Kata wanita itu dengan santai.
“Ah, masa? Sepengetahuanku belum ada satu orang imuwan pun yang pernah berhasil menghitung jumlah bintang di langit deh.... .” Kata lelaki itu dengan penasaran dan setengah tidak percaya.
Namun wanita itu tetap tenang dengan menjawab, “Aku menghitungnya sendiri kok... .”
Lelaki itu pun bertambah heran dan bertanya, “Masa? Memang jumlahnya berapa?”
“1. 000. 000. 000. 000. 739”, Jawab wanita itu.
Mendengar jawaban itu, lelaki itu memuji kekasihnya namun dengan nada meremehkan, “Wow... Hebat sekali kamu bisa menghitung jumlah bintang, sampai pada nilai satuannya.”
Wanita itu pun menjawabnya singkat, ”Ya iyalah... Kamu percaya apa tidak?”
“Maaf say... Aku benar-benar nggak percaya kamu bisa menghitung jumlah bintang. Soalnya para astronot dan ahli perbintangan pun belum ada yang bisa menghitungnya.” Kata pemuda itu sambil tertawa kecut.
“Kalau nggak percaya, coba sekarang kamu hitung sendiri, pasti jumlahnya 1. 000. 000. 000. 000. 793.”

(zepe)

Lunas


Pada suatu hari, ada seorang pemuda bernama Anton ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepada kekasihnya yang bernama Wati. Namun pada saat Anton hendak mengucapkan selamat ulang tahun kepada Wati, tiba-tiba Wati marah-marah dengan berkata, ”Ulang Tahunku masih dua hari lagi Mas... . Kok Mas lupa sih!!? Mas doain aku biar berumur pendek ya!!!?” Kata Wati dengan sangat jengkelnya.

Wati marah kepada kekasihnya, karena menurut Wati, kalau ada seseorang mengucapkan selamat ulang tahun dua hari sebelum hari H kepadanya, maka sama saja orang tersebut mendoakan dirinya berumur dua hari lebih pendek. Anton pun merasa bersalah dengan kejadian itu. Anton berjanji, tidak akan mengulang kesalahannya lagi. Wati pun memaafkan Anton, karena Wati percaya jika Anton pasti tidak akan mengulang kesalahan yang sama. Hari pun berganti hari, bulan berganti bulan. Satu tahun lebih dua hari kemudian kemudian pada waktu mereka sedang makan bersama... .

“Say... Selamat ulang tahun ya.... .” Kata Anton dengan mesar.

Mendengar ucapan ulang tahun Anton, Wati menjadi jengkel, hari ulang tahun dirinya adalah dua hari yang lalu.

“Mas... Wati kan ulang tahunnya dua hari yang lalu. Aku kira Mas lupa... . Eh... Ternyata Mas baru ngucapin hari ini. Mas... Sebenarnya Wati nggak pengen ungkit-ungkit ini lagi, Wati udah capek ngasih tahu Mas... .” Kata Wati dengan kesal.

“Wati... Kamu kenapa? Kenapa masih nyalah-nyalahin Mas lagi?? Mas kan udah melunasi hutang-gutang Mas... Kenapa masih marah?” Kata Anton tanpa merasa bersalah.

Wati menjadi penasaran mendengar kata-kata Anton, “Lho... Kok malah ngomongin hutang sih Mas?? Maksud Mas apa?”

“Tahun lalu Mas kan kecepetan dua hari ngucapin ulang tahun ke kamu. Nah... . Sekarang kan mas udah ngucapin ulang tahun ke kamu lebih dari dua hari, jadi utang mas ...LUNAS!” Kata Anton.


(zepe)

Hati yang Terluka



Seorang pasien baru saja diamputasi pada bagian ibu jarinya. Selesai operasi, Dokter Sarjo menasihati si pasien yang bernama Bekti.
Dokter : Gula darah anda sangat tinggi. Jadi akan lebih baik kalau anda mengurangi makanan yang banyak mengandung gula dan kolesterol. Anda juga diwajibkan menjaga diri anda, supaya jangan ada bagian tubuh anda yang terluka. Karena kalau ada bagian tubuh anda yang terluka, kemungkinan besar, kemungkinan besar anda akan diamputasi lagi pada bagian tubuh anda yang terluka. Itu juga kalau gula anda sedang tinggi-tingginya.

Bekti : Trima kasih Dok, atas nasihatnya. Saya akan menjaga kesehatan saya, dan menjaga tubuh saya agar tidak terluka.

Setelah mendapatkan nasihat dari Dokter Sarjo dan mendapatkan perawatan intensif selama beberapa hari, Bekti akhirnya diijinkan pulang dari Rumah Sakit, Sejak saat itu, Bekti lebih menjaga dirinya dan kesehatannya. Bekti sangat takut jika dia akan kehilangan bagian tubuhnya yang lain. Hingga pada suatu hari... .

(Rriiiiing....rrriiiiing... . Bunyi telepon berdering)


Bekti : Dokter.... Kali ini sepertinya saya kehilangan harapan untuk hidup lebih lama lagi... .!!!
Dokter : Lho... Memangnya kenapa Mas Bekti??
Bekti : Kekasih saya pergi meninggalkan saya... Padahal saya masih sayang sama dia... . (sambil menangis)
Dokter : Tenang Mas... Mas masih muda... . Jangan sia-siakan hidup anda... Masih banyak wanita yang baik kok Mas... (dikira mau bunuh diri)
Bekti : Tapi gula saya baru tinggi-tingginya.
Dokter : Ohh.... Memangnya Mas kenapa?? (mulai nggak konek)
Bekti : Ada bagian tubuh saya yang terluka... . Saya benar-benar takut... .
Dokter : Mas melukai diri sendiri???
Bekti : Tidak... . Saya tidak mungkin berbuat sebodoh itu... . Tapi kekasih saya... .
Dokter : Kekasih anda mencoba membunuh anda??
Bekti : Saya tidak tahu... . Yang pasti dia telah melukai hati saya... . Kalau hati saya diamputasi, saya pasti mati kan Dok??

(zepe)

Ditemplokin Lalat


Ditemplokin Lalat

Seorang dokter sedang memeriksa pasien yang kesakitan karena kakinya patah. Lalu dokter bertanya kepada pasien itu, ”Anda jatuh??”

“Tidak!” Jawab pasien itu.

Karena ingin menebak dan masih penasaran, dokter itu bertanya lagi,”Tabrakan kendaraan??”

Pasien menjawab lagi,”Tidak juga Dok... .”

Akhirnya dokter itu berhenti menebak, lalu bertanya pada pasien,”Lho.... Terus kenapa kaki anda bisa patah??”

“Ditemplokin lalat Pak dokter... .” Jawab pasien dengan kesakitan.

Dokter menjadi heran, “Lho... Ditemplokin lalat kok bisa patah gini??”

Pasien pun menjawab dengan mendesah karena menahan sakit, “Soalnya... Waktu lalatnya nemplok di kaki saya, anak saya yang masih berumur tiga tahun memukul lalat itu dengan palu.”

“Wah... Untung lalatnya tidak hinggap di kepala anda??” Kata Pak Dokter.


(Zepe)

;;