Selasa, 05 Januari 2010

Ucrit hendak membeli semangka di sebuah toko buah milik Bu Lastri. Sesampai di depan toko buah, Ucrit berhenti dan melihat-lihat semangka yang kelihatan segar-segar.
Bu Lastri : Mas... Mau beli apa??
Ucrit : Beli semangka tanpa biji, Bu... .
Bu Lastri : Oh... Kalau semangka yang tanpa biji di pojok timur sana.
Ucrit : Oh... Iya, Bu... Trima kasih... .
Bu Lastri : Mas mau beli semangka berapa biji??
Ucrit : Ya ampun Buuu... Saya kan udah bilang...
Saya mau beli semangka tanpa biji. Bukan beli bijinya... .
Dongeng&lagu anak dan pendidikan anak:
http://www.lagu2anak.blogspot.com
http://www.funchildsongs.blogspot.com (english version)
Label: Cerita Lucu, Humor Pasar
Jumat, 01 Januari 2010
Dongeng&lagu anak dan pendidikan anak:
http://www.lagu2anak.blogspot.com
http://www.funchildsongs.blogspot.com (english version)
Widhi datang ke sebuah tukang vermak Jeans. Dia ingin memendekkin celana Jeans’nya yang terlalu panjang.
“Bang... . Kalau mendekin celana berapa ya biayanya??” Kata Widhi.
Penjahit itu menjawab, ”Lima ribu aja deh Mas... .”
“Wah... Kok murah banget Bang?? Beda ma yang lainnya?? Biasanya sepuluh ribuan. Ya udah deh Bang... Tolong celana Jeans saya dipendekin ya...!” Kata Widhi.
“Sapa dulu donk Mas... . Pokoknya ditanggung beres deh kalau sama saya... Murah dan cepat!! Diamblil besok ya Mas.. ..” Kata penjahit itu dengan santai.
Kemudian Widhi segera meninggalkan penjahit itu. Biasanya vermak Jeans memang baru selesai selang satu hari.
Satu hari kemudian, Widhi bergegas pergi ke tempat si penjahit. Terlihat toko vermak Jeans tempat Widhi memendekkan celananya sudah buka.
“Udah jadi bang yang kemarin?” Kata Widhi dengan semangat.
Penjahit pun menjawab,”Oh... Sudah Mas.. .”
“Lima ribu kan Mas??” Tanya Widhi.
“Iya Mas... .” Kata penjahit itu dengan nada serius.
Lalu Widhi pun segera memeriksa celana Jeansnya yang baru saja dipendekin. Betapa terkejutnya Widhi melihat ada ketidakberesen pada celana Jeans’nya.
“Lho Mas... Kok yang dipendekin cuma yang kiri??” Kata Widhi dengan dongkol.
“Ohh... . Kalau mau yang kiri dan kanan dipendekin, biayanya sepuluh ribu rupiah Mas... . “ Kata penjahit itu dengan tanpa rasa bersalah.
Label: Cerita Lucu, Humor Pasar, Humor Pekerja
Kamis, 31 Desember 2009
Seorang penjual racun tikus sedang asyik menjual barang dagangannya di tengah pasar. Namun tiba-tiba ada seorang ibu-ibu yang marah-marah kepada penjual racun tikus itu. “Gimana sih Bang, kok racun tikusnya nggak mempan. Masa saya udah pasang lima racun tikus, tapi nggak ada satu tikus pun yang mati?? Padahal umpannya udah hilang. ”
Lalu si penjual berkata,”Lho,... kok bisa??? Memang Ibu menggunakan racun tikusnya gimana??”
Ibu itu menjawab,”Ya saya pasang obatnya di tempat yang biasa dilalui tikus. Padahal saya juga udah melihat dengan mata kepala saya sendiri kalau ada seekor tikus yang menggondol racun tikus itu lho.... Tapi tetap aja nggak ada seekor tikus yang mati. Saya malah kayak kasih makan tikus aja nih Pak”
“O.... Berarti Ibu salah dalam penggunaanya.” Kata si penjual.
“Lha terus yang bener gimana??” Tanya Ibu itu.
“ Seharusnya... Ibu tangkap dulu itu tikus. Lalu Ibu cekik tuh tikus. Lalu pukul tikus itu pakai palu pada bagian kepala. Kalau udah nggak sadar, Ibu masukin racun itu ke hidung tikus. Tikusnya dijamin mati deh... .” Kata penjual.
Label: Cerita Lucu, Humor Pasar





