Jumat, 01 Januari 2010

Anak Pintar




Di suatu perumahan terjadi kebakaran yang sangat besar. Kebakaran itu hampir menghanguskan satu komplek perumahan.. Kebakaran tersebut berasal dari sebuah rumah milik Bu Yuni. Bu Yuni tinggal bersama anaknya. Pada saat terjadi kebakaran Bu Yuni sedang pergi ke warung sayur.. Anak Bu Yuni, yang bernama Anton, disuruh untuk menjaga rumah sendirian. Lalu datanglah para wartawan kepada Anton untuk diwawancarai.

Wartawan 1 : Anton... Apa yang sedang kamu lakukan pada saat terjadi kebakaran?


Anton : Saya sedang maen game dengan komputer saya.


Wartawan 2 : Lalu apa yang kamu lakukan setelah melihat rumahmu terbakar??


Anton : Sesuai pesam Mama, kalau ada bahaya... Saya langsung telpon polisi.


Wartawan 2 : Bagus-bagus.... Lalu kenapa saat kamu tidak cepat-cepat membukakan pintu saat petugas pemadam kebakaran datang, sehingga mereka harus mendobrak pintu rumahmu. Dan lihat... Apa yang terjadi pada rumahmu sekarang. Sebagian besar dari rumahmu telah terbakar karena pertolongan dari petugas pemadam kebakaran menjadi terhambat.


Anton : Sesuai pesan Mama juga... Kalau ada orang ketuk-ketuk pintu, jangan dibuka. Siapa pun itu!



Dongeng&lagu anak dan pendidikan anak:
http://www.lagu2anak.blogspot.com
http://www.funchildsongs.blogspot.com (english version)

Kucing Terhebat


Ada tiga ekor kucing sedang ngobrol. Mereka adalah kucing oranye, kucing hitam, dan kucing belang. Kucing oranye memiliki tubuh tidak terlalu besar. Namum memiliki kecepatan berlari yang cukup tinggi dan sangat lincah. Kucing hitam memiliki tubuh yang besar. Badannya sangat kekar, besar tubuhnya hampir menyerupai anjing. Sedangkan kucing belang memiliki tubuh yang kurus dan lemah. Dia adalah kucing yang kurus dan lemah. Mereka sedang memamerkan kehebatan mereka.

Kucing Oranye
: Hei temen-temen... . Aku pernah menggigit ekor anjing lho, waktu dia lagi tidur. Hahaha... Langsung deh anjing itu teriak “Kaing-kaing... .” Waktu aku melarikan diri, dia tidak bisa mengejar aku, gara-gara kesakitan.

Kucing Hitam :
Ahhh.... Itu sih belum apa-apa. Kemaren aku malah secara jantan, menantang srigala bertarung. Kita sepakat untuk bertarung sampai salah satu diantara kita ada yang mati. Dan... Lihatlah teman-teman.... Sekarang saya masih hidup.

Dua ekor kucing sudah menceritakan kehebatannya. Tinggal kucing belang yang belum menceritakan kehebatannya. Kucing oranye pun sudah tertawa sinis dan berpikir,”Hehehe... Untung masih ada yang lebih buruk daripada aku... .” Kucing belang adalah kucing yang kurus, ingusan, dan tubuhnya terlihat lemah sekali.

Kucing oranye :
Ayolah belang... Ceritakan saja apa kehebatanmu... . Kita tidak akan mengejek kok, walaupun kita tahu kalau kamu tidak sehebat kita. Namun kucing belang hanya terdiam lesu dan tidak bersemangat. Tidak lama kemudian dia malah beranjak pergi tanpa sepatah katapun. Kucing hitam dan Kucing Oranye pun langsung marah-marah karena merasa dicuekin.

Kucing hitam :
Heh... Dasar geblek!! Mau kemana kamu??? Cerita dulu apa kehebatanmu!!!

Kucing belang :
Aduh... Sori ya temen-temen. Aku nggak ada waktu... . Aku ada janji sama singa buat jalan-jalan keliling hutan, habis itu ada kerjaan gosokin gigi buaya.

(Zepe)

Mencontek


Terbaru

Pada suatu hari, Bapaknya Alim yang bernama Pak Paijo, diundang oleh gurunya. Pak Paijo diundang oleh Pak Guru karena Alim ketahuan contek-contekan dengan temannya satu bangku yang bernama Budi. Namun Pak Paijo merasa tidak terima kalau anak kesayangannya dituduh mencontek. Maka Paijo pun berusaha membela Alim.

Paijo : Pak... Apa buktinya kalau Alim mencontek?? Saya pengen tahu!!

Pak Guru : Anak Bapak memang tidak mencontek, tapi dia contek-contekan dengan teman satu bangkunya yang bernama Budi.

Paijo : Masa sih?? Mana buktinya???!! (dengan geram)

Coba Bapak lihat soal nomor 11, pada bagian soal essay.

Pak Guru memberikan lembar soal yang pernah dikerjakan oleh Alim dan Budi.

Pak Guru : Coba Bapak lihat soal nomor 11, ada pertanyaan, “Siapa nama preseiden pertama RI?”

Alim menjawab, ”Bapak SBY”. Dan jawaban Budi sama persis dengan jawaban Alim, ”Bapak SBY”. Simbok-simbok pasar yang nggak sekolahpun tau, kalau SBY adalah presiden kita saat ini. Lagian, masa jawaban bego gini bisa keluar bersamaan??

Paijo merasa terpojok, namun dia tetap ingin membela anak kesayangannya itu.

Paijo : Ahhh... Bapak. Jangan asal tuduh gitu donk... . Siapa tahu itu cuma kebetulan???!!!

Pak Guru : Baiklah... Sekarang coba bapak liat soal nomor dua. Ada pertanyaan, ”Apa nama ibukota Sumatra Barat?” Dan jawaban Alim adalah, ”Belumkujawab” Sedangkan jawaban Budi, ”Masihkosong... .”


;;

Template by:
Free Blog Templates